User Tools

Site Tools


perak

Perak khas Kota Gede Yogyakarta

Yogyakarta merupakan sebuah kota yang terkenal dengan sebutan kota pelajar dan kota pariwisata. Selain itu, kota Yogyakarta juga terkenal dengan berbagai macam budaya. Ada begitu banyak budaya-budaya Indonesia yang dapat ditemui di kota ini, misalnya salah satu kawasan yang bernama Kota Gede. Kota Gede merupakan salah satu wilayah yang berada di pinggir kota Yogyakarta, tepatnya berlokasi kurang lebih 6 kilometer dari arah tenggara kota Yogyakarta. Kawasan ini termasuk dalam kawasan yang menjadi aset budaya pemerintah saat ini. Wilayah ini terkenal dengan kerajinan tangannya yaitu perak, bahkan kota ini dijuluki sebagai Kota Perak. Kota Gede hingga saat ini menjadi salah satu pengerajin perak terbaik se-Indonesia. Hal ini berawal saat Sultan Hamengku Buwono VIII terpukau dengan kerajinan perak yang dibuat secara manual dan tradisional oleh salah satu abdi dalem kriya di Kota Gede.

 Gapura Selamat Datang yang berada di Kota Gede

Pada abad ke 16, Kota Gede menjadi ibu kota Kerajaan Mataram Islam dengan raja pertama Panembahan Senopati. Pada saat itu, menurut Djoko Soekiman, Kota Gede termasuk dalam pusat perdagangan yang cukup maju dengan barang-barang kerajinannya yang unik. Hal tersebut makin diperkuat dengan fakta bahwa pada tahun 1930 hingga 1940an, kawasan ini mengalami masa keemasan dengan kemunculan perusahaan-perusahaan dan motif-motif yang baru serta peningkatan kualitas barang. Hingga pada akhirnya industri kerajinan perak ini mulai dikenal di kancah internasional, dengan munculnya pedagang Belanda yang memesan barang-barang keperluan rumah tangga dengan gaya Eropa tetapi bermotif khas Yogyakarta.

 Tulisan Selamat Datang di Kawasan Kota Gede

Dengan makin berkembangnya perdagangan tersebut, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Stichting Beverdering van het Yogyakarta Kenst Ambacht (disebut juga Pakaryan Ngayogyakarta). Lembaga tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan teknik pembuatan kerajinan perak dan pengembangan akses pasar. Karena pada jaman itu, masyarakat disana belum mengenal tentang pengembangan akses pasar dan hal-hal modern lainnya yang dapat memasarkan hasil kerajinan mereka. Mereka para pengerajin hanya mendapatkan teknik pembuatan perak yang sudah diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang mereka.

Di kawasan ini, Anda akan menjumpai masyarakat setempat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai pengerajin perak. Terdapat sekitar 60 toko yang menawarkan berbagai macam produk hasil olahan perak. Ada empat jenis tipe produk yang biasanya ditawarkan yaitu filigri (teksturnya berlubang-lubang), tatak ukir (teskturnya menonjol), casting (dibuat dari cetakan), dan jenis handmade (lebih banyak ketelitian tangan, seperti cincin dan kalung). Tidak hanya menjual berbagai macam jenis olahan perak, jika Anda berkunjung langsung ke tempat pengerajin perak ini, Anda juga dapat menyaksikan secara langsung proses produksinya.

 Pengunjung dapat melihat dan mencoba sendiri proses pembuatan perak

Proses produksi diawali dengan peleburan perak murni yang berbentuk Kristal dicampur dengan tembaga. Proses kedua disebut dengan singen atau disingekake (dicetak), perak yang sudah dilebur tadi, sudah berbentuk cair, kemudian dicetak agar menghasilkan bentuk seperti yang diinginkan, misal bentuk candi, bentuk cincin, dan lain sebagainya. Supaya bentuk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan, hasil cetakan tadi harus dipukul-pukul. Proses mukul memukul ini sering disebut dengan proses mengondel. Proses mengondel memerlukan tingkat ketrampilan yang tinggi, semakin sering berlatih, maka bentuk yang dihasilkan akan semakin indah. Hanya memiliki bentuk yang bagus, hasil olahan perak ini tidak cukup untuk bersaing di kalangan masyarakat, olahan tadi kemudian diukir sesuai dengan motif yang diinginkan. Proses ini memerlukan tingkat keahlian sangat tinggi dan yang biasanya akan menjadi nilai harga jual dari sebuah karya. Hasil ukiran semakin rumit dan indah, maka harga jual akan semakin tinggi. Selain itu, harga jual juga ditentukan oleh kadar perak tiap gramnya. Kadar perak standar adalah 92,5%, jika kadarnya masih kurang dari itu, maka masih belum layak disebut silver. Setelah diukir, kemudian dirakit sesuai dengan fungsinya, misalnya jika ingin membuat teko, pada proses ini, perlu dipasang gagang berbentuk belalai sebagai pegangan. Proses terakhir ialah finishing, yaitu membuat barang mengkilap sehingga nampak pamornya dan enak untuk dipandang mata.

 Pengukiran dengan menggunakan bantuan alat las

 Mengukir dengan teknik handmade

Hal yang menjadi perbedaan perak hasil dari Kota Gede Yogyakarta dengan perak hasil olahan di tempat lain yaitu kontras dan emboss yang dihasilkan antara warna putih bersih dan hitam pada setiap bagian desain perhiasan yang dihasilkan. Mangkok teh, kalung, gelang, dan berbagai macam perhiasan lain dari perak menjadi salah satu ciri khas yang unik. Ada berbagai macam produk lain yang dihasilkan oleh pengerajin perak setempat yang sering dipasarkan hingga mancanegara yaitu cincin perak, sendok, teko, guci, patung, miniatur, hingga kerajinan tas perak. Sebenarnya ada beberapa teknik untuk memproduksi kerajinan perak diantaranya handmade atau buatan tangan, machinery (pembuatan dengan menggunakan mesin) dan casting atau cetakan. Namun demikian, kerajinan tangan khas Kota Gede ini masih menggunakan metode handmade karena masih mempertahankan kualitas dari karya dihasilkan. Hal tersebut lah yang membuat masyarakat baik di dalam ataupun luar negeri masih sangat antusias untuk berburu barang-barang hasil olahan perak dari Kota Gede.

 Hasil olahan berupa cincin perak

Ada dua jenis kerajinan perak buatan tangan yang dikenal antara lain perak filigree dan solid silver. Perak Trap begitulah biasanya para pengerajin perak di Kota Gede menyebut Perak Filigree, merupakan kerajinan perak dengan menggunakan metode pilin atau pres dari bahan dasar benang-benang perak yang sangat lembut. Benang perak tersebut digunakan untuk membuat motif atau dekorasi kerajinan perak. Produk-produk kerajinan perak yang juga dapat dibuat dari benang filigree, diantaranya miniatur becak, kereta kuda, motor Harley Davidson, bermacam-macam hiasan dinding seperti hiasan motif wayang dan lain sebagainya. Kerajinan perak dengan metode filigree atau trap ini merupakan kerajinan yang paling banyak diminati karena karya ini tidak dapat dilakukan oleh mesin. Inilah yang menjadi kebanggan dari kerajinan perak Kota Gede yang masih asli dan tradisional serta mempertahankan nilai seni dan estetika yang tinggi.

 Miniatur becak hasil olahan perak yang dibuat dengan Perak Filigree

Sedangkan jenis kerajinan Solid Silver menggunakan bahan utama perak lempengan atau lembaran perak. Material yang digunakan untuk kerajinan ini lebih fleksibel untuk dibentuk atau digunakan membuat kerajinan perak. Solid silver biasa digunakan sebagai bahan untuk membuat perlengkapan dan alat-alat rumah tangga seperti sendok, teko, dan perhiasan. Karena tingginya minat kebutuhan barang-barang tersebut di pasaran, supaya lebih efektif dan efisien, proses pembuatannya menggunakan cetakan atau mesin.

 Cincin Perak yang dapat dibuat dengan Solid Silver

Sumber :

https://tokoperakonline.wordpress.com/2010/12/05/sejarah-kerajinan-perak-kota-gede/

https://www.facebook.com/pages/Perak-Kotagede/274621032679417?sk=timeline

http://ansorsilver.com/

http://wisatadiyogyakarta.com/kotagede-tempat-kerajinan-perak-yogyakarta/

http://www.scribd.com/doc/169809888/Variasi-Kerajinan-Perak-Kotagede-Yogyakarta#scribd

http://www.adadijogja.com/2014/01/kotagede-desa-wisata-sentra-kerajinan.html

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://2.bp.blogspot.com/--vQk2huBzL4/TtNN5NDttlI/AAAAAAAAAYE/GMGGldpN8Z0/s1600/Silver-Jewelry-Short-Course%2525252B1.jpg&imgrefurl=http://handicraft-unik.blogspot.com/2011/11/kursus-singkat-kerajinan-perak-kotagede.html&h=234&w=294&tbnid=ah21QCtABZ7wgM:&zoom=1&docid=Xj3F4Xuhiy9qUM&ei=oxheVaH9CIXkuQSuj4OoBw&tbm=isch&ved=0CE8QMygqMCo

http://www.telusurindonesia.com/kerajinan-perak-kotagede.html

https://www.facebook.com/274621032679417/photos/a.276991085775745.1073741828.274621032679417/276991089109078/?type=1

http://yogyakarta.panduanwisata.id/files/2012/08/perak-cincin.jpg

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_bzmVityS8N8/TBSzcVitdJI/AAAAAAAAADM/1IAFv3zTmoM/s1600/Silvercraft_2.JPG&imgrefurl=http://mylifeinyogyaindonesia.blogspot.com/2010/06/handicraft-of-kotagede.html&h=400&w=294&tbnid=cba9OYtM9bSzdM:&zoom=1&docid=1iKmt0mqBgo-NM&ei=qBdeVdzWGMyOuATZlIGABw&tbm=isch&ved=0CEcQMygiMCI

http://kotagedeshop.com/cincin-kawin-ikhsan-lapis-emas-perak-khas-kotagede.html

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://jogjabelanja.com/img/products/2010-02-01-18-39-25miniatur-perak-andong-dari-.jpg&imgrefurl=http://jogjabelanja.com/handicraft/miniatur-perak-andong-dari-kotagede.html&h=242&w=400&tbnid=efFFwelbzb8Z1M:&zoom=1&docid=vNoJMeiAg5Xf_M&ei=qBdeVdzWGMyOuATZlIGABw&tbm=isch&ved=0CCcQMygMMAw

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://unearthingasia.com/wp-content/uploads/2010/09/yogya6.jpg&imgrefurl=http://unearthingasia.com/tag/yogyakarta/&h=300&w=590&tbnid=G2wP1TZW52HEjM:&zoom=1&docid=IYrCSOFWv_G8ZM&ei=qBdeVdzWGMyOuATZlIGABw&tbm=isch&ved=0CDoQMygVMBU

perak.txt · Last modified: 2015/05/22 13:10 by tiffanywidya