User Tools

Site Tools


heri_dono

Heri Dono

Dari wiki jogjasiana


Heri Dono adalah salah satu seniman dari Indonesia yang dilahirkan di Jakarta pada tanggal 12 Juni 1960. Heri Dono mendapatkan pendidikan dari Institut Seni Indonesia (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Meskipun Heri Dono tidak menyelesaikan pendidikannya, Heri Dono mampu mendapatkan beberapa penghargaan di tahun 1981 dan 1985 sebagai lukisan terbaik. Hal tersebut merupakan titik awal dari kariernya untuk beranjak ke berbagai pameran kelompok maupun tunggal di seluruh penjuru dunia.

Sebagai salah satu seniman instalasi di Indonesia, Heri Dono terkenal dengan karyanya dibidang seni pertunjukan tradisional Indonesia seperti musik gamelan, tarian tradisional, dan wayang kulit. Pengaruh terbesar karya Heri Dono dibidang seni instalasi Indonesia adalah seni pertunjukan tradisional Indonesia yang berbasis tradisi teater jawa khususnya wayang kulit dan sangat terkenal di masyarakat Jawa. Wayang kulit memiliki gabungan kesenian seperti kesenian visual, suara, musik, cerita, kejadian mitologi yang berdasarkan filosofi kehidupan, kritik sosial, dan humor.

Karya Heri Dono baik berupa lukisan, instalasi, seni pertunjukan mengandung berbagai makana kritik sosial. Hal tersebut mencakup beragam persoalan dalam spektrum sangat luas, mulai dari masalah sosial, politik, kebudayaan, lingkungan dan perkembangan teknologi. Masalah-masalah itu ditampilkan secara karikatural, satir, dan parodikal.

Biografi


Heri Dono
Nama Lengkap Heri Wardono
Tempat Tanggal Lahir Jakarta, 12 Juni 1960 (55 tahun)
Pekerjaan Seniman Kontemporer, Seniman Visual, Seniman Pelukis, Pematung, Seniman Instalasi
Pendidikan Institut Seni Indonesia, Yogyakata (1980-1987), (tidak selesai)
Keluarga Ayah: Sahirman
Ibu: Suwarni
Saudara: anak ke 5 dari 7 bersaudara

Galeri


Perjalanan Karir


Heri Dono merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara melewatkan waktu kanak-kananya di Jakarta. Ketika Heri Dono berusia tujuh tahun, dia sering melihat acara pelajaran menggambar melalui televisi yang diasuh oleh pelukis Tino Sidin (almarhum). Heri Dono juga sering diajak oleh ayahnya pergi ke Istana Bogor untuk melihat-lihat beberapa patung dan lukisan dari sejumlah pelukis terkenal.

Heri Dono senang menggambar sejak duduk di sekolah dasar. Namun untuk pelajaran menggambar dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, nilai rapor Heri Dono selalu merah. Hal ini dikarenakan Heri Dono tidak pernah menggambar sesuai dengan perintah gurunya. Orang tua Heri Dono pernah mengkhawatirkan masa depan Heri Dono, terlebih saat dia tidak menyelesaikan pendidikannya di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Namun demikian, Heri Dono tidak patah semangat dan ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa dia mampu berpameran dan mendapatkan uang dari hasil pekerjannya tersebut.

Awal karir Heri Dono didasari oleh inspirasi yang berasal dari kartun dan berlanjut pada wayang. Ia mengeksplorasi bentuk-bentuk wayang sehingga menjadi sebuah kisah tersendiri dan menuangkannya ke dalam kanvas. Kemudian Heri Dono juga meleburkan berbagai seni yang ada dalam wayang, yakni seni sastra, seni peran, seni musik, seni tutur, seni lukis, seni pahat, dan seni perlambang ke dalam karya instalasinya. Hal ini menjadi salah satu terobosan baru pada masanya.

Pada tahun 1987 ketika Heri Dono duduk di bangku sekolah menengah atas, Heri Dono sudah mengikuti pameran kecil dan mampu membuat patung karyanya sendiri. Ketika Heri Dono masih mendapatkan pendidikannya di Institut Seni Indoneisa, Heri Dono juga mengikuti pameran antara lain di Monumen Pers Solo dan di Parangtritis, Yogyakarta. Pada saat inilah, Heri Dono mulai membuat berbagai karya eksperimental meski tidak diakui sebagai karya seni.

Jejak karir Heri Dono di dunia internasional dimulai pada tahun 1990-1991 ketika mengikuti International Artist Exchange Program di Basel, Swiss. Pada saat itu Heri Dono sempat menggelar pameran tunggal di Museum Der Kulturen, Basel, dengan tajuk “Unknown Dimensions” dan Heri Dono mendapatkan berbagai penghargaan seni serta diundang untuk mengikuti pameran di berbagai negara.

Heri Dono pernah membuat karya berjudul “The Drunken Master of Semar”, yakni sebuah cerita wayang tentang raja yang ingin bijaksana tapi malah menjadi jahat. Ketika karya itu dipamerkan di Eropa, oleh penguasa Order Baru menyuruh menarik kembali karya tersebut dan diancam tidak dapat pulang ke Indonesia. Dengan berat hati, akhirnya katalog pemeran tersebut ditarik dari pameran tersebut.

Penghargaan


  • Penghargaan Seni Lukis Terbaik dari Institut Seni Indonesia, Yogyakarta (1981/1985)
  • Seniman Muda Indonesian Artists dari L’Alliance Francaise dan ITB (1989)
  • I Gusti Nyoman Lempad Prize dari Sanggar Dewata Indonesia, Yogyakarta (1992)
  • Prince Clause Award (1998)
  • Unesco Prize for the International Art Biennale, Shanghai, Cina (2000)

Pameran Tunggal


  • 1988
    • Cemeti Contemporary Art Gallery, Yogyakarta, Indonesia
    • Mitra Budaya Indonesia Gallery, Jakarta, Indonesia
    • Bentara Budaya Gallery, Jogjakarta, Indonesia
  • 1991
    • Unknown Dimensions, Museum fur Volkerkunde, Basel, Switzerland.
  • 1993
    • Canberra Contemporary Art Space, ACT, Australia
  • 1996
    • Blooming in Arms, Museum of Modern Art, Oxford, England.
  • 2000
    • Dancing Demons and Drunken Deities, The Japan Foundation Forum, Tokyo, Jepang
  • 2001
    • Trap’s outer Rim, Cemeti Art House, Jogjakarta, Indonesia
    • Fortress of the Heart, Gajah Gallery, Singapura
  • 2002
    • Interrogation, Center A, Vancouver, Canada
    • Heri Memprovokasi Heri, Nadi Gallery, Jakarta, Indonesia
    • Free-DOM, Bentara Budaya, Jakarta, Indonesia
    • Reworking Tradition I & II, Singapore
  • 2003
    • Upside Down Mind, CP Artspace, Washington, VS
    • Heri Dono, Australian Print Workshop, Melbourne, Australia
    • Perjalanan Spiritual Heri Dono, Galeri Semarang, Indonesia
  • 2004
    • Who’s Afraid of Donosaurus?, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta
  • 2006
    • Broken Angels, Gertrude Street Gallery, Melbourne, Australia
  • 2009-10
    • Critical Art from Indonesia, Tropical Museum, Amsterdam

Sumber Artikel:
http://id.wikipedia.org/wiki/Heri_Dono
http://www.ekomarwanto.com/2011/12/biografi-singkat-heri-dono.html
http://galeri-lukisan-indonesia.blogspot.com/2013/03/heri-dono-1960.html
http://rustikaherlambang.com/2011/12/11/heri-dono/
http://youpainting.blogspot.com/2011/05/heri-dono-mengangkat-tradisi-dalam-seni.html
http://www.rossirossi.com/contemporary/artists/heri-dono/biography
http://www.ntticc.or.jp/About/Collection/Icc/GAMELAN/work.html
https://photographyindonesia.wordpress.com/tag/heri-dono/
http://www.artfacts.net/en/artist/heri-dono-14573/profile.html

heri_dono.txt · Last modified: 2015/05/22 06:25 by hwa2x