This is an old revision of the document!
[Tamansari]
Taman Sari: Istana Air Kraton Yogyakarta
Taman Sari yang juga dikenal sebagai Kastil atau Istana air Yogyakarta sudah dibangun sejak 1765. Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I) saat membangun Kraton Yogyakarta dikisahkan menggunakan umbul sebagai sumbu imajiner antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air) dan dengan dibantu oleh Demak Tegis serta Bupati Madiun sebagai mandor, beliau membangun istana di umbul tersebut. Bangunan ini dikelilingi oleh segaran (danau buatan) dan ditanami bunga-bunga sebagai pewangi alami.
Taman Sari terdiri dari tiga kolam pemandian yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja). Selain sebagai tempat pemandian, tamansari juga berfungsi sebagai tempat bertapa para sultan sebelum pergi berperang, tempat mengatur negosiasi antar raja dan strategi perang,tempat penyimpanan senjata-senjata dan perlengkapan perang, serta tempat penyucian senjata. Bagian latar dari Taman Sari pun sering digunakan sebagai tempat berlatih pedang
Gedung tertinggi di Taman Sari ialah Gedung Kenongo, yaitu sebuah gedung yang digunakan sebagai tempat makan para raja. Gedung Kenongo merupakan salah satu gedung yang paling menarik karena tingginya dan pemandangan yang indah dikarenakan posisi nya sangat nyaman untuk melihat matahari terbenam (sunset). Di Taman Sari sendiri keindahan airnya sangat memukau dikarenakan gaya bangunan yang menyatu dengan gaya Eropa Hindu Jawa dan China.
Sumur Gemuling juga merupakan salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi dikarenakan bangunan ini lantai dasarnya berada di bawah tanah. Bangunan ini merupakan musholla tempat Sultan melakukan ibadah. Di bagian lain terdapat banyak lorong bawah tanah yogyakarta yang merupakan jalan rahasia, dan dipersiapkan sebagai jalan penyelamat apabila kompleks Sumur Gemuling mendapat serangan. Jam operasional Taman Sari sendiri dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 15.30 dan tarif yang dikenakan yaitu 5.000 rupiah untuk wisatawan lokal dan 8.000 rupiah untuk wisatawan asing.