This shows you the differences between two versions of the page.
|
kue_kembang_waru [2015/05/18 23:11] ericksutiono [Foto] |
kue_kembang_waru [2015/05/22 01:00] (current) ericksutiono [Kue Kembang Waru] |
||
|---|---|---|---|
| Line 3: | Line 3: | ||
| Kue Kembang Waru atau biasanya disebut dengan kue **Waru**, merupakan kue khas //Kota Gede//. Awal mulanya terbentuk nama kue waru ini karena banyaknya keberadaan //Pohon Waru// yang ada di pasar Kota Gede hingga sekarang. Keberadaan kue waru ini sekarang sangat langkah, karena kini sudah tidak ditemukan di warung-warung, biasanya ditemukan di acara-acara tertentu salah satunya adalah acara pernikahan.\\ | Kue Kembang Waru atau biasanya disebut dengan kue **Waru**, merupakan kue khas //Kota Gede//. Awal mulanya terbentuk nama kue waru ini karena banyaknya keberadaan //Pohon Waru// yang ada di pasar Kota Gede hingga sekarang. Keberadaan kue waru ini sekarang sangat langkah, karena kini sudah tidak ditemukan di warung-warung, biasanya ditemukan di acara-acara tertentu salah satunya adalah acara pernikahan.\\ | ||
| + | |||
| Dulu Kue ini dibuat sebagai persembahan kepada raja-raja Mataram ketika ada di Kota Gede, namun kue ini juga menjadi kue **favorit Keraton**, beberapa waktu lampau kue ini sempat menghilang setelah masa perang Kerajaan Mataram dan beberapa puluh tahun kue ini muncul kembali sebagai hidangan pernikahan.\\ | Dulu Kue ini dibuat sebagai persembahan kepada raja-raja Mataram ketika ada di Kota Gede, namun kue ini juga menjadi kue **favorit Keraton**, beberapa waktu lampau kue ini sempat menghilang setelah masa perang Kerajaan Mataram dan beberapa puluh tahun kue ini muncul kembali sebagai hidangan pernikahan.\\ | ||
| + | |||
| + | Pada tahun 1983, Pak Basis Hargito atau panggilan akrabnya Pak Basiran memunculkan kembali kue tradisional ini. Dibantu istrinya, ibu Sogita mereka menjalani usaha kecil-kecilan ini dimulai dengan harga Rp.45,- perkuenya hingga kini menjadi Rp.1500,- perkuenya. Dulu kue tersebut dititipkan diwarung sekitar rumahnya namun kini ibu Sogita dan pak Basiran hanya melayani pembeli lewat pesanan saja, karena mereka khawatir kue ini tidak laku terjual.\\ | ||
| + | |||
| + | Proses pembuatan kue Kembang Waru pun dilakukan dengan cara tradisional dan sederhana. Alat pemanggang kue pun bentuknya unik, dimana masih menggunakan arang yang diletakkan diatas dan di bawah alat terebut. | ||
| Kue Waru sendiri terbuat dari adonan tepung terigu dicampur dengan gula pasir serta bumbu-bumbu lainnya, sehingga menciptakan rasa manis dan khas.\\ Waru memiliki bentuk seperti **Bunga Waru**.{{:img_7361.jpg?nolink&200 |}}\\ | Kue Waru sendiri terbuat dari adonan tepung terigu dicampur dengan gula pasir serta bumbu-bumbu lainnya, sehingga menciptakan rasa manis dan khas.\\ Waru memiliki bentuk seperti **Bunga Waru**.{{:img_7361.jpg?nolink&200 |}}\\ | ||
| Line 13: | Line 18: | ||
| ===== Foto ===== | ===== Foto ===== | ||
| - | {{:img_7386.jpg?nolink&200 |}} {{:img_7385.jpg?nolink&200 |}} | + | {{:img_7386.jpg?nolink&200 |}} {{:img_7385.jpg?nolink&200 |}} {{:img_7381.jpg?nolink&200 | Memasukkan Bumbu}} {{:img_7378.jpg?nolink&200 | Memasukkan Bumbu}} {{:img_7375.jpg?nolink&200 | Pembuatan Kue Waru}} {{:img_7368.jpg?nolink&200 |}} {{:img_7354.jpg?nolink&200 |}} {{:img_7353.jpg?nolink&200 |}} {{:img_7351.jpg?nolink&200 | Pemanggangan Kue Waru}} {{:img_7350.jpg?nolink&200 | Pemanggangan Kue Waru}}\\ |
| + | |||
| + | |||
| + | ===== Lokasi ===== | ||
| + | https://goo.gl/maps/brupF | ||
| + | |||
| + | |||
| + | |||