User Tools

Site Tools


tapa_bisu_mubeng_benteng

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

tapa_bisu_mubeng_benteng [2015/05/21 18:32]
febenathania
tapa_bisu_mubeng_benteng [2015/05/21 22:14] (current)
febenathania
Line 1: Line 1:
-====== Tapa Bisu Mubeng ​Benteng ​======+====== Tapa Bisu Mubeng ​Beteng ​======
 //oleh: Febe Nathania// //oleh: Febe Nathania//
 ---- ----
  
 ==== Sejarah ==== ==== Sejarah ====
-Pada mulanya, ​"​mubeng beteng" ​adalah ​tradisi asli Jawa yang berkembang pada abad ke-6 sebelum Mataram-Hindu. Tradisi asli Jawa itu disebut muser atau munjer (memusat) yang artinya mengelilingi pusat, ​dalam hal ini pusat wilayah desa. Ketika pedesaan kemudian pada akhirnya ​berkembang menjadi kerajaan, maka muser pun menjadi sebuah tradisi mengelilingi pusat wilayah kerajaan. Sumber ​sejarah lainnya ​mengatakan, ​Mubeng ​beteng merupakan tradisi Jawa-Islam yang dimulai ketika Kerajaan Mataram (Kotagede) membangun benteng mengelilingi Kraton yang selesai pada tanggal satu Suro 1580. Para prajurit Kraton ​ketika ​itu rutin mengelilingi (mubeng) benteng untuk menjaga Kraton dari ancaman musuh, yang pada waktu itu adalah Pajang.+"​mubeng beteng" ​dahulu merupakan ​tradisi asli Jawa yang berkembang pada abad ke-6 sebelum Mataram-Hindu. Tradisi asli Jawa itu disebut muser atau munjer (memusat) yang artinya mengelilingi pusat. Pada saat ituyang menjadi ​pusat yaitu wilayah desa, namun setelah ​berkembang menjadi kerajaan, maka tradisi ini pun berubah ​menjadi sebuah tradisi mengelilingi pusat wilayah kerajaan. Sumber ​lain mengatakan, ​"​mubeng ​beteng" ​merupakan tradisi Jawa-Islam yang dimulai ketika Kerajaan Mataram (Kotagede) membangun benteng mengelilingi Kraton yang selesai pada tanggal satu Suro 1580. Para prajurit Kraton ​saat itu rutin mengelilingi (mubeng) benteng untuk menjaga Kraton dari ancaman musuh, yang pada waktu itu adalah Pajang.
  
  
Line 12: Line 12:
  
 ==== Tujuan ==== ==== Tujuan ====
-Tujuan dari ritual ini yaitu untuk perenungan diri serta refleksi terhadap apa saja yang telah diperbuat selama satu tahun agar siap menghadapi tahun yang akan datang. Selama menjalani ritual tersebut, masyarakat mengucap syukur serta memanjatkan doa permohonan untuk perlindungan,​ keselamatan (dijauhkan dari hal-hal yang buruk), kesejahteraan dirinya, keluarga, bangsa dan negara kepada Tuhan. //Mubeng benteng// ini hanyalah sarana agar semakin memahami dan menyadari bahawa kehidupan ini sudah ada yang mengatur, yakni Tuhan Yang Maha Esa.+Tujuan dari ritual ini yaitu untuk perenungan diri, berintropeksi ​serta refleksi terhadap apa saja yang telah diperbuat selama satu tahun agar siap menghadapi tahun yang akan datang. Dalam perenungan ini, masyarakat diharapkan dapat menghilangkan perbuatan serta sikap yang negatif, sementara sikap dan perbuatan yang positif terus dipertahankan untuk kehidupan yang lebih baik. Selama menjalani ritual tersebut, masyarakat mengucap syukur serta memanjatkan doa permohonan untuk perlindungan,​ keselamatan (dijauhkan dari hal-hal yang buruk), kesejahteraan dirinya, keluarga, bangsa dan negara kepada Tuhan. //Mubeng benteng// ini hanyalah sarana agar semakin memahami dan menyadari bahawa kehidupan ini sudah ada yang mengatur, yakni Tuhan Yang Maha Esa.
  
  
 ==== Kronologi Acara ==== ==== Kronologi Acara ====
-Pukul 22.00 pada malam 1 Suro, abdi dalem dan warga telah berkumpul di Pelataran Keben. Ritual ini diawali dengan pembacaan macapat atau kidung berbahasa Jawa. Persiapan mereka lakukan dengan membawa panji-panji Keraton Jogja, teplok atau lampu, dan menyan. //Tapa bisu// ini dimulai tepat pukul 00.01, ​selepas ​bunyi lonceng Kyai Brajanala yang terletak di Regol Kaben berdenting sebanyak 12 kali sebagai tanda pergantian hari. Ketika menjalani ritual tersebut seluruh abdi dalem mengenakan busana adat Jawa peranakan warna biru tua tanpa membawa keris dan tidak beralaskan kaki dengan membawa sejumlah bendera atau panji. Pada barisan depan pimpinan ​oleh para abdi dalem yang membawa ​sembilan bendera yang berasal dari sembilan Kabupatensalah satunya adalah ​bendera merah putih, kesembilan ​bendera tersebut melambangkan persatuan. Kemudian dibelakang barisan para abdi dalem adalah barisan masyarakat yang mengikuti perayaan ini. Arak-arakan ini diikuti oleh ribuan masyarakat serta membentuk barisan sepanjang 500 meter. ​+Pukul 22.00 pada malam 1 Suro, abdi dalem dan warga telah berkumpul di Pelataran Keben. Ritual ini diawali dengan pembacaan macapat atau kidung berbahasa Jawa. Persiapan mereka lakukan dengan membawa panji-panji Keraton Jogja, teplok atau lampu, dan menyan. //Ritual ​Tapa bisu// ini dimulai tepat pukul 00.01, ​setelah ​bunyi lonceng Kyai Brajanala ​berdenting sebanyak 12 kali yang terletak di Regol Kaben sebagai tanda pergantian hari. Ketika menjalani ritual tersebut seluruh abdi dalem mengenakan busana adat Jawa peranakan warna biru tua tanpa membawa keris dan tidak beralaskan kaki dengan membawa sejumlah bendera atau panji. ​Semua bendera atau panji merupakan lambang lima kabupaten dan kota di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY), yaitu Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul,​ dan Kota Jogjakarta, serta panji abdi dalem. 
 + 
 +Pada barisan depan dipimpin ​oleh para abdi dalem yang membawa ​panji-panji tersebutdan diantaranya terdapat ​bendera merah putih. Kesembilan ​bendera tersebut melambangkan persatuan. Kemudian dibelakang barisan para abdi dalem adalah barisan masyarakat yang mengikuti perayaan ini. Arak-arakan ini diikuti oleh ribuan masyarakat serta membentuk barisan sepanjang 500 meter. ​
  
 ==== Rute ==== ==== Rute ====
Line 33: Line 35:
   * [[http://​www.tersakti.com/​2014/​09/​makna-di-balik-tradisi-lampah-bisu.html]] ​     * [[http://​www.tersakti.com/​2014/​09/​makna-di-balik-tradisi-lampah-bisu.html]] ​  
   * [[http://​jogjatrip.com/​id/​1380/​Lampah-Bisu-Mubeng-Beteng]]   * [[http://​jogjatrip.com/​id/​1380/​Lampah-Bisu-Mubeng-Beteng]]
 +  * [[http://​regional.kompas.com/​read/​2014/​10/​25/​13385201/​Mubeng.Beteng.Menyambut.Tahun.Baru.dengan.Renungan]]
 +  * [[http://​porosberita.com/​2014/​10/​20/​atraksi-budaya-peringatan-malam-satu-suro/#​sthash.Cwzg1kJD.dpbs]]
 +  * [[http://​hiburan.dbagus.com/​2014/​10/​tradisi-unik-di-indonesia.html]]
 +  * [[http://​santapjogja.com/​tapa-bisu-mubeng-beteng-merayakan-tahun-baru-jawa-dalam-hening/​]]
 +  * [[https://​www.lintas.me/​news/​other/​menit.tv/​tradisi-1-suro-mubeng-beteng]]
tapa_bisu_mubeng_benteng.txt · Last modified: 2015/05/21 22:14 by febenathania