User Tools

Site Tools


jathilan

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

jathilan [2015/05/21 23:23]
laksmitawidya [DOKUMENTASI]
jathilan [2015/05/22 10:16] (current)
laksmitawidya
Line 4: Line 4:
 ---- ----
  
-Jathilan merupakan salah satu seni tari dari puluhan bahkan ratusan kesenian yang ada di Jogjakarta. Banyak orang yang menyebut jathilan dengan istilah kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang. ​Terlintas kata “kuda” atau //jaran// (dalam bahasa jawa), karena kesenian ​ini merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis dengan ​menggunakan ​properti berupa kuda-kudaan. ​Kuda yang digunakan terbuat dari anyaman bambu (kepang). Dilihat dari asal katanya, jathilan ternyata berasal dari kalimat bahasa jawa, //​“jaranne jan thil-thilan tenan”//, yang di artikan dalam bahasa Indonesia yaitu “kudanya benar-benar menari dengan ​sangat kacau”. +Jathilan merupakan salah satu seni tari dari puluhan bahkan ratusan kesenian yang ada di Jogjakarta. Banyak orang yang menyebut jathilan dengan istilah kuda lumping, kuda kepang, ataupun jaran kepang. ​Jathilan ​ini merupakan perpaduan antara seni tari dengan magis dilengkapi ​dengan properti berupa kuda-kudaan. ​Disebut dengan //jaran kepang// (dalam bahasa indonesia kuda lumping) karena property kuda yang digunakan terbuat dari anyaman bambu. Dilihat dari asal katanya, jathilan ternyata berasal dari kalimat bahasa jawa, //​“jaranne jan thil-thilan tenan”//, yang di artikan dalam bahasa Indonesia yaitu “kudanya benar-benar menari dengan ​banyak tingkah”. 
  
-Tidak ada sejarah yang mencatat asal-muasal dari kesenian jathilan ini. Banyak versi yang menceritakan bagaimana seluk-beluk dari kesenian tersebut. Kesenian ini acap kali selalu digambarkan dengan sebuah perjuangan seorang prajurit perang yang gigih melawan penjajah dengan menunggangi kuda. Salah satu dari sekian banyak cerita, jathilan berasal dari kisah perjuangan Raden Patah dibantu Sunan Kalijaga dalam melawan penjajahan Belanda, ada pula yang mengisahkan tentang prajurit Mataram yang sedang mengadakan latihan perang (//​gladhen//​) dibawah pimpinan Sultan Hamengku Buwono I, demi persiapan mengadapi kolonialis Belanda. Kisah jathilan bukan hanya sekedar cerita, namun terdapat filosofis didalamnya. Jalan cerita utama dalam seni Jathilan merefleksikan berbagai problematika yang timbul dalam hubungan antara masyarakat kelas atas dan kaum pekerja. Kelas pekerja yang diwakili para penari kuda digambarkan tanpa aturan, tak henti-henti bergerak. Tidak hanya cerita yang memiliki versi yang berbeda, namun jathilan juga memiliki jenis yang berbeda di setiap daerah. ​+Tidak ada sejarah yang mencatat asal-muasal dari kesenian jathilan ini. Banyak versi yang menceritakan bagaimana seluk-beluk dari kesenian tersebut. Kesenian ini sering ​kali selalu digambarkan dengan sebuah perjuangan seorang prajurit perang yang gigih melawan penjajah dengan menunggangi kuda. Salah satu dari sekian banyak cerita, jathilan berasal dari kisah perjuangan Raden Patah dibantu Sunan Kalijaga dalam melawan penjajahan Belanda, ada pula yang mengisahkan tentang prajurit Mataram yang sedang mengadakan latihan perang (//​gladhen//​) dibawah pimpinan Sultan Hamengku Buwono I, demi persiapan mengadapi kolonialis Belanda. Kisah jathilan bukan hanya sekedar cerita, namun terdapat filosofis didalamnya. Jalan cerita utama dalam seni Jathilan merefleksikan berbagai problematika yang timbul dalam hubungan antara masyarakat kelas atas dan kaum pekerja. Kelas pekerja yang diwakili para penari kuda digambarkan tanpa aturan, tak henti-henti bergerak. Tidak hanya cerita yang memiliki versi yang berbeda, namun jathilan juga memiliki jenis yang berbeda di setiap daerah. ​
  
 Pagelaran ini ditarikan oleh sekelompok anak muda yang jumlahnya 6-8 orang. Didalam jathilan ini, terdapat istilah yang menggambarkan gerakan-gerakan tubuh yaitu //pacak golu// (menggerakkan kepala ke kiri dan kanan), siring (bergeser kesamping dengan setengah berlari), //njondil// (melompat), berguling, bahkan sampai kerasukan. ​ Pagelaran ini ditarikan oleh sekelompok anak muda yang jumlahnya 6-8 orang. Didalam jathilan ini, terdapat istilah yang menggambarkan gerakan-gerakan tubuh yaitu //pacak golu// (menggerakkan kepala ke kiri dan kanan), siring (bergeser kesamping dengan setengah berlari), //njondil// (melompat), berguling, bahkan sampai kerasukan. ​
jathilan.txt · Last modified: 2015/05/22 10:16 by laksmitawidya